Intermittent Fasting
Intermittent Fasting terbukti efektif menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi otak, hingga memperlambat penuaan sel. Pelajari metode & tips aman memulainya.
Dalam beberapa tahun terakhir, intermittent fasting menjadi tren kesehatan dan gaya hidup yang banyak diikuti masyarakat di berbagai negara. Metode ini bukan sekadar diet, melainkan pola makan yang mengatur kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa. Berbeda dengan diet konvensional yang membatasi jenis makanan, intermittent fasting lebih menekankan pada waktu makan.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang mengatur siklus antara periode makan dan berpuasa. Saat berpuasa, tubuh tidak menerima kalori sehingga memicu berbagai proses metabolisme yang bermanfaat. Salah satu metode paling populer adalah 16/8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam. Ada juga metode lain seperti 5:2 (makan normal lima hari, lalu membatasi kalori dua hari) atau Eat-Stop-Eat (puasa penuh 24 jam satu hingga dua kali seminggu).
Manfaat Intermittent Fasting
Banyak penelitian menunjukkan intermittent fasting memiliki beragam manfaat kesehatan, antara lain:
-
Menurunkan berat badan
Puasa membantu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan pembakaran lemak. Tubuh menggunakan cadangan energi dari lemak ketika tidak mendapat asupan makanan. -
Mengontrol gula darah
Metode ini dapat menurunkan resistensi insulin sehingga membantu mencegah diabetes tipe 2. -
Meningkatkan kesehatan jantung
Intermittent fasting dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung. -
Meningkatkan fungsi otak
Beberapa penelitian menyebutkan puasa dapat mendukung kesehatan sel otak dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif. -
Memperlambat penuaan sel
Puasa memicu proses autophagy, yaitu pembersihan sel dari komponen yang rusak, sehingga membantu regenerasi tubuh.
Tips Memulai Diet
Bagi pemula, menjalankan intermittent fasting sebaiknya dilakukan secara bertahap. Berikut beberapa tipsnya:
-
Mulai dengan metode sederhana seperti 12/12, yaitu puasa 12 jam dan makan dalam 12 jam. Setelah terbiasa, bisa mencoba 16/8.
-
Pilih makanan bernutrisi tinggi saat jendela makan, seperti sayuran, buah, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
-
Tetap terhidrasi dengan minum air putih, teh herbal, atau kopi tanpa gula selama puasa.
-
Konsisten namun fleksibel. Jangan memaksakan diri jika tubuh terasa lemas, karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda.
-
Konsultasi dengan dokter sebelum memulai, terutama bagi penderita penyakit kronis, wanita hamil, atau menyusui.
Kesimpulan
Intermittent fasting adalah pola makan yang efektif untuk menurunkan berat badan, menjaga kesehatan metabolisme, serta meningkatkan energi. Dengan memilih metode yang sesuai dan dilakukan secara konsisten, pola ini bisa menjadi gaya hidup sehat jangka panjang. Namun, penting untuk tetap memperhatikan asupan gizi dan mendengarkan sinyal tubuh agar hasilnya optimal.
